|
Diskusi Bahasa Arab Episode II |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Thursday, 05 August 2010 |
Dosen Universitas Ibn Su’ud Riyadh Isi Diskusi Bahasa ArabDr. Sholeh Muhammad al-Idan menjadi narasumber, didampingi Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan moderator Abdul Halim SholehJakarta l badilag.net Badilag kembali menggelar diskusi berbahasa arab, Kamis (29/7/2010). Ini adalah diskusi kedua, setelah sebelumnya diskusi serupa digelar pada pada 26 April 2010. Diskusi kali ini lebih istimewa karena menghadirkan narasumber Dr. Sholeh Muhammad al-Idan. Dia adalah dosen Universitas Muhamad bin Saud al-Islamiyah Riyadh dan saat ini bertugas di LIPIA Jakarta. Tema yang diusung dalam diskusi ini ialah “Peranan Peradilan Agama dalam Menyelesaikan Problematika Keluarga”. Tema ini bertolak dari sebuah makalah yang ditulis Muhamad Adam--seorang hakim peradilan agama. Mengulas persoalan ini, Dr Sholeh mengatakan, peradilan agama memiliki peran yang sangat besar dalam membantu menyelesaikan permasalahan keluarga. Bahkan peran ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan negara yang kuat. “Negara yang kuat terbentuk dari keluarga-keluarga yang kokoh dan harmonis,” Dr Sholeh menegaskan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Dirjen Badilag Pada Seminar Ketahanan Keluarga |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Wednesday, 28 July 2010 |
  “Pengembangan Mediasi di PA,Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Keluarga”‘Justice For All’, sekilas disosialisasikan juga 
Dari kiri : Samsul Ma'arif, Wahyu Widiana, Nurdiati Akma (moderator), Rani Razak dan Lelita Dewi (Penyelenggara)Jakarta | Badilag.net (27/07/2010) Pengadilan Agama merupakan benteng terakhir dalam menjaga keutuhan keluarga. Masalah yang muncul dalam rumah tangga antara suami-isteri, sebaiknya tidak tergesa-gesa dibawa ke PA. Kalaupun terpaksa masuk PA, majlis hakim diwajibkan untuk berupaya mendamaikannya. Jika gagal, selanjutnya perkara itu harus terlebih dahulu ditangani melalui proses mediasi. Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, menyatakan hal itu dalam Seminar Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan oleh MUI DKI Bidang Pemberdayaan Perempuan, Selasa (27/7) siang hari ini, di Hotel Cempaka Jakarta Pusat. Panitia yang ditokohi oleh Ny. Dra Hj. Lelita Dewi, SH, MH, menampilkan 3 pembicara. Selain Wahyu Wdiana, ada Rani Razak dari Yayasan Kita & Buah Hati, yang tampil memukau dan Samsul Ma’arif, Sekretaris Umum MUI DKI, yang juga menarik. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Peluncuran Laporan Hasil Penelitian Akses Terhadap Keadilan PEKKA |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Thursday, 22 July 2010 |
Anatomi Pengguna Pengadilan Agama Dibedah Kembali Koordinator Sekretariat Nasional PEKKA, Nani Zulminarni, memaparkan hasil penelitian. Jakarta l badilag.net Sembilan dari sepuluh perempuan kepala keluarga tidak dapat mengakses pengadilan untuk perkara perceraian mereka. Biaya perkara dan ongkos transportasi ke pengadilan masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan itu mengemuka dalam laporan hasil penelitian Akses Terhadap Keadilan: Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Indonesia. Penelitian ini merupakan hasil kerjasama antara Mahkamah Agung, PEKKA dan lembaga penelitian SMERU. Penelitian ini didukung oleh pemerintah Australia melalui Ausaid dan The Family Court Australia. Peluncuran laporan ini digelar di Jakarta, Senin (19/7/2010). Acara ini dihadiri Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa, Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Direktur Koordinasi Pemerintahan dan Kebijakan Demokratis Ausaid Victoria Coackley, CEO Family Court of Australia Richard Foster, Penasehat Australia Justice Program-Transition Cate Summer, perwakilan Bappenas dan BPS serta penggiat LSM. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 5 - 8 dari 57 |